Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2016

Kepala Sekretariat Bakorluh NTB Temui Bupati KLU

Tanjung, (SGM), – Pertemuan Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Nusa Tenggara Barat, Ir Husnanidiaty Nurdin,MM yang didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Kehutanan (BKP4K), Drs Dsharma Sucaka,M Si dengan Bupati Kabupaten Lombok Utara,DR H Najmul Ahyar,SH,MH, Kamis (31/03).


Dalam pertemuan tersebut dibahas tujuh program, antara lain, (1) - Anggaran dari Pusat yaitu dari Kementrian Pertanian Kehutanan dan dari Provinsi NTB berkisar 1,5 M yang peruntukannya untuk Penyuluhan . (2) - Hasil Evaluasi Bakorluh terkait dengan Kantor BPP yang ada di KLU terdapat dua Kecamatan yang belum memiliki kantor yaitu BPP Tanjung dan Gangga. BPP harus ada memiliki tempat peraktik untuk menjadi contoh, terlebih lagi BPP Kecamatan Gangga merupakan sentral dan berada di kisaran pusat pertanian dan perkantoran terkait.(3) - Redistribusi penyuluh untuk diatur kembali sebab dipinggiran desa masih sangat minim penyuluh. 

Dan kuhus bagi desa yang belum ada tenaga penyuluh dapat di rekrut penyuluh suadaya yang dianggap mampu dari unsur KTNA dan berpengalaman. (4) – Persiapan Peda Kabupaten Lombok Utara 2016. Kaitan dengan Pekan Daerah (Peda) tersebut. Ia berharap dilaksanakan pada bulan Juli 2016 mendatang dan dirangkaikan dengan HUT KLU.... Pada pelaksanaan Peda KLU mendatang khusu pada pameran agar menampilkan prodak KLU yang mau dibenahi dan bukan pada prodak olahan saja, ungkap Bu Eny. (5) – Peningkatan kapasitas penyuluh sesuai kebutuhan mereka. (6) – Tehnologi jajar legowo dalam rangka peningkatan produksi. Peningkatan produksi untuk KLU belum maksimal. Dengan sistim tehnologi jajar legowo mampu meningkatkan produksi mencapai 30%. 

Diakuinya pula bahwa sumber PAD terbesar KLU datangnya dari Pariwisata, namun Bu Eny menegaskan bahwa pertanian memiliki peranan penting termasuk bagian dari pariwisata, ungkapnya.
Kaitan dengan tujuh progeram yang dibahas bersama Bupati KLU mendukung apa yang disarankan Kepala Sekretariat Bakorluh NTB. – (Ang).

Minggu, 24 Januari 2016

Jelang MT Pertama, Subak Sambik Belat Diberikan Penyuluhan

Tanjung,(SK),-- Ratusan anggota subak Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Subak Sambik Belat Desa Persiapan Santong Mulia Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU), bertempat di Balai Pertemuan P3A setempat mengikuti penyuluhan pertanian, Sabtu, (23/01).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Desa Persiapan Santong Mulia, PPL Kecamatan Kayangan, Sekdes, Pekaseh Desa Santong Mulia, Ketua dan Pengurus P3A Sambik Belat, Kadus Tukak Bendu, Kadus Lokok Sutrang, Gapoktan Sambik Belat (Kelompok Tani Sambik Belat 1 dan 2, Kelompok Tani Genem dan Kelompok Lumbung Sambik Belat) dan undangan lainnya.

Ketua P3A Sambik Belat Jumadil dalam pengantarnya mengatakan, digelarnya kegiatan penyuluhan pertanian kepada seluruh kelompok tani yang ada di lingkup kerjanya tersebut dimaksudkan agar masing-masing anggota Subak mengerti dan faham terhadap bagaimana mengelola lahan mereka sehingga hasilnya bisa mendatangkan keuntungan berlipat ganda dari tahun-tahun sebelumnya. Termasuk juga diperkenalkan jenis-jenis penyakit tanaman dan cara pencegahannya. “Kita berharap, dengan digelarnya kegiatan ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi para petani di lingkup P3A Sambik Belat ini,”tandas Jumadil yang biasa di panggil Gandek ini.

Dikatakan, luas areal yang dikelola dalam wilayah P3A Sambik Belat tersebut adalah 108 Ha dengan jumlah subak 193 orang yang terbagai ke dalam 3 blok, dimana masing-masing blok itu jumlah subak yang menghuninya bervariasi. Untuk blok 1, luas arealnya 39,75 Ha dan dihuni oleh 77 orang subak serta posisinya di selatan jalan jurusan Lokok Sutrang-Melepah sebelah barat dan masuk wilayah Tukak Bendu dan Lokok Sutrang Desa Persiapan Santong Mulia. Sedangkan untuk blok 2 dengan luas areal 20,05 Ha yang dihuni oleh 48 orang subak serta posisinya di selatan jalan jurusan Lokok Sutrang-Melepah sebelah timur dan masuk wilayah Tukak Bendu dan Lokok Sutrang Desa Persiapan Santong Mulia. Selain itu, pada blok 3 dengan luas areal 45,20 Ha dihuni oleh 68 orang subak dan posisinya utara jalan jurusan Lokok Sutrang-Melepah dan masuk wilayah Dusun Kebun Kunyit Desa Dangiang.

Jumadil yang sudah menjabat 5 periode sebagai Ketua P3A Sambik Belatini menyebut, bahwa total jumlah anggota subak di lingkup kerja P3A Sambik Belat terebut berasal dari Desa Sesait 13 orang, Desa Persiapan Santong Mulia 113 orang, Desa Dangiang 61 orang dan Desa Gumantar 5 orang. Melihat alamat anggota subak tersebut berasal dari berbagai desa, namun iuran untuk APPKD kembali kepada dimana lokasi P3A dan Subak itu bernaung. Sedangkan untuk desa asal subak, hanya bentuknya sumbangan. “Itu pun jika pihak desa itu minta sumbangan untukkeperluan pembangunan di desanya,”katanya.

Sementara itu, Burhanudin,SP selaku Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Kayangan dalam materinya penyuluhannya menyebutkan, jika para petani ingin mandiri, maka harus memiliki semangat baru dan sering bersilaturrahmi. Ia menilai, di daerah Subak P3A Sambik Belat ini banyak yang perlu dibenahi, terutama kebanyakan para petani di daerah ini selalu pasrah dengan keadaan alam.

Burhanudin menyebutkan, sebenarnya di daerah Sambik Belat ini tidak pernah kekurangan air, hanya saja kandungan tanah yang mengikat unsur haranya kurang. Sehingga untuk mengembalikan unsur hara tanah itu normal, ia juga menyarankan kepada para petani agar membawa kotoran ternak ke sawah. Dengan demikian, katanya, tentu apa yang diharapkan oleh petani dalam meningkatkan produksinya akan meningkat.Karena dengan memperbanyak menaburkan kotoran ternak di sawah tentu akan menyuburkan tanah. “Kalau saya lihat peredaran air di daerah ini, tanahnya mampu menahan air lebih lama,”tegas Burhan.

Untuk itu, ia menyarankan agar para petani di daerah Subak P3A Sambik Belat ini bisa menerapkan apa yang seharusnya dilakukan, sehingga unsur hara di tanah yang lemah tersebut bisa diikat.(eko)

Rabu, 16 Desember 2015

SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN HARI MENANAM POHON INDONESIA (HMPI)







PENJABAT BUPATI LOMBOK UTARA
SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN 
 
HARI MENANAM POHON INDONESIA (HMPI) DAN

 BULAN MENANAM NASIONAL (BMN)

 
KABUPATEN LOMBOK UTARA TAHUN 2015

Senin, 30 November 2015

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati :
  • Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara.
  • Muspida Kabupaten Lombok Utara;
  • Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara;
  • Para Asisten dan Staf Ahli Setda KLU
  • Kepala Dinas, Badan dan Kantor Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Utara;
  • Pimpinan Perguruan Tinggi dan Organisasi/ Lembaga Serta Tokoh Masyarakat;
  • Singkatnya hadirin undangan yang berbahagia;


Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan Hidayah dan Inayah-Nya kita dapat berkumpul ditempat ini dalam keadaan sehat wal’afiat. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga beserta seluruh sahabatnya.
Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengingatkan kita semua, bahwa peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) merupakan bentuk kecintaan, dan kepedulian kita terhadap bumi dimana kita hidup secara umum. Kita ingin hidup nyaman di muka bumi ini.
Saudara - Saudara dan Hadirin Yang Saya Hormati,

Kita menyadari bahwa hutan berperan sebagai penyangga kehidupan dan sekaligus menyediakan hasil hutan kayu, Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), kebutuhan pangan, ketersediaan air, sumber energi dan jasa lingkungan lainnya termasuk penghasil oksigen, rekreasi dan konservasi keanekaragaman hayati.

Yang kurang terkendali saat ini, kita semua dihadapkan pada kenyataan bahwa lingkungan hidup telah rusak. Pencemaran udara mengakibatkan langit di atas kita kurang cerah karena penuh dengan gas polusi. Sementara itu, lahan di sekitar kita sering terlihat gersang, dan hutan banyak yang rusak. Akibatnya, pada musim hujan kita mengalami bencana banjir. Sebaliknya, pada musim kemarau kita mengalami kekeringan. Ini merupakan pertanda bahwa kondisi hutan dan lingkungan kita mulai rusak. Sebagian telah rusak, sehingga tidak berfungsi secara optimal. Hutan yang rusak tidak dapat lagi berfungsi sebagai pengatur tata air bagi kehidupan kita. Ini berbahaya. Ini harus kita hentikan. Untuk masa depan bumi kita, untuk masa depan generasi muda, karena yang kita miliki ini tidak boleh dianggap sebagai warisan nenek moyang, tetapi adalah sesuatu yang kita pinjam, milik generasi yang akan datang.
Banjir bandang dan longsor yang telah merenggut korban jiwa, oleh karena itu kita harus segera merehabilitasi kawasan hutan dan lahan yang rusak, kemudian mengkonservasi hutan yang masih baik, penebangan liar harus dihentikan. Illegal logging harus ditindak dan harus diberi hukuman pelaku-pelakunya.
Saudara - Saudara dan Hadirin Yang Saya Hormati,
Sesuai dengan prinsip kelestarian, laju kerusakan hutan harus kita cegah sampai ambang batas minimal. Kita harus prihatin, bahwa hutan kita mengalami kerusakan lebih dari 2 juta ha per tahun. Kondisi buruk itu tidak boleh dibiarkan, dan harus kita hentikan mulai dari sekarang. Kita harus perangi terus menerus, sehingga akhirnya hutan itu menjadi lestari. Karena apabila dibiarkan, kemungkinan bencana alam dapat terjadi kembali, dan dapat terjadi setiap saat pada masa datang.
Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak untuk bersungguh-sungguh menghentikan penyebab kerusakan hutan akibat penebangan liar, dan kebakaran hutan. Untuk itu, sekali lagi saya berharap kepada semua pihak, agar segera berusaha memperbaiki kerusakan hutan dan lingkungan yang telah rusak dan kritis.
Saudara - Saudara dan Hadirin Yang Saya Hormati,
Sumber daya hutan dan lingkungan hidup merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, dan pembangunan budaya bangsa kita. Rusaknya sumber daya hutan dan lingkungan akan sangat berpengaruh, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap keberlanjutan atau sustainability kehidupan.
Oleh karena itu, sumber daya hutan, lingkungan hidup, serta ruang terbuka hijau, akan mengakibatkan rusaknya ekosistem. Dan rusaknya ekosistem akan berdampak pula pada punahnya rantai kehidupan. Selain itu, berdampak pula pada perubahan iklim mikro.
Perlu saya ingatkan, bahwa saat ini aktivitas untuk menghutankan kembali, dan memperbanyak ruang terbuka hijau belum menjadi kebiasaan masyarakat. Namun demikian, peran Pemerintah Daerah dalam melaksanakan program rehabilitasi hutan dan lahan, penanaman 1 milyar pohon, pembangunan hutan rakyat, hutan tanaman rakyat dan hutan kemasyarakatan serta adanya kebijakan daerah yang mendukung budaya menanam, baik dalam skala besar maupun dalam skala kecil, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.
Demikian pula terhadap berbagai gerakan untuk memperbaiki kerusakan hutan itu yang telah dicanangkan, yaitu Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Gerakan Kecil Menanam Dewasa Memanen, Gerakan Bakti Penghijauan Pemuda, dan Gerakan Kota Hijau serta Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon. Sudah cukup banyak. Yang penting adalah bagaimana itu dilaksanakan dengan baik, dengan sungguh-sungguh.
Bapak , ibu dan saudara hadirin yang berbahagia
Dalam kaitan itu semua, sekali lagi saya minta agar melalui Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional dapat direalisasikan melalui Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Seluruh komponen masyarakat agar berpartisipasi secara aktif dalam mewujudkan hutan dan lingkungan alam yang baik dan lestari.
Kepada para Tokoh Agama, Pemuda dan Tokoh Masyarakat, LSM, Lingkungan, Wartawan, diminta untuk membantu menyadarkan masyarakat akan pentingnya memelihara lingkungan, hutan, dan alam di sekitar kita. Membangun kebiasaan menanam seharusnya menjadi kebutuhan secara berkelanjutan. Kepada warga masyarakat, dalam mensukseskan gerakan penanaman satu milyar pohon yang merupakan gerakan nasional dan upaya nyata seluruh komponen bangsa untuk menanam pohon paling sedikit sebanyak 1 milyar setiap tahun, agar dimulai dari pekarangan. Lebih baik mempertahankan pohon dan hutan yang masih ada daripada harus menanam kembali pohon yang memerlukan belasan tahun agar pohon itu bisa menjadi besar.
Bapak , ibu dan saudara hadirin yang berbahagia
Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Saya menyambut baik dan mengapresiasi diselenggarakannya hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional ini, dan kami harapkan semoga acara ini mampu memberikan motivasi dan pemahaman terhadap kelestarian hutan dan lingkungannya. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua dan terimakasih.
Billahi taufiq walhidayah.
Wassalamu’alaikum wr. Wb.


PENJABAT BUPATI LOMBOK UTARA,


H. ASHARI, SH, MH